I
Kita bertelingkah dalam amarah
Membabikan yang buta, membutakan yang tuli.
Kita meredah padatnya dunia
Dalam kecanduan prasangka
Dalam kebejatan cetek emosi
Ilmu terpinggir hanya di bibir
Tidak lagi beraja di tangan dan kaki.
Jauh di hati.
Sesatnya akal.
Sesatlah diri.
II
Kita rasa takutnya mati.
Tapi candu dunia tertanam teguh, pasti
Terpaksi dalam zarah halus
Sebentuk daging bernama hati.
No comments:
Post a Comment